Surabaya, Kota Pahlawan, sekaligus Ibu Kota Jawa Timur. Sudah menjadi hal umum kalau Surabaya disebut sebagai destinasi penuntut ilmu dan pencari nafkah. Kota asal Bonek ini memiliki berbagai tempat kerja dan perguruan tinggi. ITS, UNAIR, UNESA, UBAYA, UK Petra merupakan beberapa contoh perguruan yang ada di Surabaya.


Banyak penduduk luar Surabaya yang datang merantau ke Kota yang terkenal dengan arek-areknya. Banyak anak-anak muda dari penjuru Indonesia yang datang untuk menimba ilmu. Jika kamu ada rencana untuk hidup di Surabaya, alangkah baikanya kamu mengetahui hal umum dari Surabaya agar tidak bingung saat menginjakan kaki di Kotanya Bu Risma yang sangat panas ini. Terutama biaya hidup di Surabaya.

Akses Transportasi
Sebelum ke biaya hidup, ketahui dulu akses transportasi yang ada di Surabaya. Sebagai kota yang besar Surabaya memili berbagai jenis akomodasi pilihan. Stasiun Gubeng, Wonokromo, Pasar Turi, merupakan stasiun kereta besar yang perlu kamu ketahui. Terminal Bungurasih.Pelabuhan Tanjung Perak. Bandara Juanda yang secara lokasi berada di Sidoarjo.

Kenali angkot yang ada.
Contoh Angkot

Di Surabaya angkot disebut juga ‘Len’. Trayeknya biasanya tertulis di kaca depan dan ditandai dengan kode huruf di pojoknya. Di Surabaya juga masih banyak taksi, bus, atau becak untuk pilihan. Kamu yang bingungan tenang aja, ada transportasi online kok. Mulai Go-jek, Grab, dan Uber. Semuanya komplit dan tersedia di setiap tempat.

Kalau bisa sih punya kendaraan sendiri. Karena setahun tanpa kendaraan sih kerasa banget repotnya, ga bisa leluasa gitu. Meskipun ada transportasi online, tetep aja butuh. Kendaraan ga harus bermotor juga sih, mungkin bisa sepeda ontel, becak, atau kuda.

Biaya Hidup di Surabaya?
Yang menjadi fokus utama pasti biaya hidupnya. Mau dibilang murah bisa, mahal juga bisa banget. Relatif aja sih, pinter-pinter nyesuain aja.

Mulai dari kost, Surabaya masih agak wajar. 300-500 ribu itu tergolong murah dan banyak di mana-mana. Sudah jelas, ada harga ada fasilitas. Untuk yang cari AC biasanya 800 ribuan ke atas. Kalau 400 ribuan itu udah cukup banget. Contoh punyaku daerah UNAIR, 350 itu udah komplit listrik+air, kasur, lemari, meja, kamar mandi luar (dan penari latar, ehh ngaco). Kebanyakan sih sekarang harga 500 ribu ke atas kalau mau gampang nyarinya. kalau yang lebih murah sudah agak jarang, kalau ada pun aksesnya kurang leluasa.
Rp 500 ribu an

Kalau kamu belum sempet ke Surabaya, tapi ga mau kehabisan kamar, booking aja via online. Cek MamiKost,atau search di google aja pasti muncul dan siap sedia kok.
Yang perlu ada di kost itu nanti : Pendingin ruangan. Entah mau AC, kipas, atau kulkas terserah. Soalnya Surabaya panasnya luar biasa. Ga perlu ragu jemuran ga kering, karena kayaknya jarang banget. Surabaya panas di siang hari, gerah di malam hari.

Kalau makannya?
Pilih warung makan yang menyediakan masakan rumahan. Kalau mau ngirit ya ga usah nyeleneh deh hehe. Sekali makan paling 8-10 ribu + Es teh 2-3 ribu. Gorengan seribuan. Lumayan murah lah. Lebih ngirit sih, kalau masak nasi sendiri lauknya nanti beli. Oiya, kalau di Surabaya ‘lauk’ itu disebut ‘ikan’ jadi ga usah bingung pas ditanya hehe.

Estimasi :
Kost (anggap aja) 450 ribu. Makan 10x3= 30 ribu/hari. Paling kalau udah jadi anak kos sejati, makan 2 kali itu sudah cukup hahaha. Bensin (yg bawa motor) 5 ribu/hari anggap aja cuma dipakai berangkat-pulang dari kampus. Terus keperluan lain (sabun, cuci, rokok, dll) 150 ribu.


450 (kos) + 650 (makan) + 150 (Transportasi) + 100 (pulsa) + 50 (hiburan) + 200 (lain-lain) = 1.600

Nah, itu tadi sekilas biaya hidup di Surabaya. Tapi itu bukan biaya pasti ya, soalnya bisa berubah. Terlebih itu perhitungannya memukul pengeluaran juga, hehe. Kira-kira segitu sudah bisa, kok. Lanjut ke hal lain.

Tempat Strategis
Hafalin tempat-tempat strategis, sekiranya buat menandai biar ga nyasar. Ada Balai Pemuda, Kantor Gubernur, Taman Bungkul, Dr. Soetomo, Merr, Suramadu dan tempat-tempat tertentu. Cari tahu terlebih dahulu biar ga bingung nantinya.




Budaya
Jangan kaget kalau orang Surabaya ngomongnya agak keras dan cepat. Emang begitu gak ada maksud marah, kok. Bahasa jawa di sini beda dengan Solo/Jogja yang cenderung lebih halus, tapi overall maknanya hampir sama, kok.

Coba biasakan mengucap kata rek, yaopo = gimana, sampeyan/awakmu/kon=kamu, dan juga Jancuk agar cepat akrab hahaha.

Budaya lalu lintas di Surabaya, agak mengejutkan. Sebagian ga terlalu peduli sama lampu merah kalau sekiranya bisa diterobos, pasti langsung gas. Macet? Namanya kota besar pasti macet. Jam-jam kerja dan persimpangan pasti macet. Apalagi banyak perlintasan rel kereta, macetnya jadi tambah deh.

Refreshing
Biasanya kalau sudah tahu biaya hidup di Surabaya, jadi lebih mudah mengira-ngira. Misal tambahan biaya buat senang-senang sesekali. Kalau mau jujur, kayaknya Surabaya masih minim tempat refreshing yang fresh bener. Paling juga pantai kenjeran, taman-taman gitu, atau tempat hits deket pelabuhan North Quay.

North Quay

Di Surabaya kebanyakan sih mainnya ke mal. Di sini mal berceceran di mana-mana. Selain mal juga banyak café yang kekinian banget. Tinggal search pasti muncul deh. Pub/club juga lumaya kalau mau khilaf semaleman. Misal kalau ada saudara mau datang, di Surabaya tersedia banyak hotel. Mulai dari bintang 5 sampai bintang kejora juga ada. Harganya bervariasi.

Kalau memang mau cari tempat refreshing, mending ke malang aja. Ga terlalu jauh bisa diakses dengan kereta juga atau mau motoran juga ga terlalu lama. Di sana dijamin lebih banyak tempat buat refreshing dan yang jelas lebih adem hehe.

Itu tadi sedikit informasi tentang apa yang ada sampai biaya hidup di Surabaya. Semoga bermanfaat. Misal ada tambahan, langsung aja taruh di kolom komentar. Thanks


Sumber gambar :
http://www.zesthotel.com/
http://www.hipwee.com/
http://nettik.net/
http://www.artikel-indonesia.com/
https://mamikos.com/kost/kost-surabaya-murah
http://s17.postimg.org/